Senin, 15 Juni 2009

Kemana semua baju, sepatu, dan buku bekasmu?

Ide ini sebenarnya sudah lama, tapi baru tersampaikan sejak mendapat suntikan semangat dari banyak orang yang sudah baca tulisan ini di multiply dan facebook saya.

Cerita dibalik Ide
Dari kecil, di momen-momen rutin ibu saya selalu membongkar lemari kami semua untuk mengumpulkan baju-baju yang masuk dalam kategori sebagai berikut:
1. Sudah lama tak terpakai lagi alias bukan favorit lagi karena sudah ada baju-baju lain yang lebih keren dan trendi
2. Hadiah yang menumpuk dan terlupakan untuk dipakai (baca: teronggok di pojok lemari)
3. Memenuhi tubuh yang punya baju atau dengan kata lain kekecilan.

Semua baju-baju itu dibungkus kardus untuk dikirim ke saudara-saudara di kampung halaman. Atau, dibagi menjadi 2 kardus:
- 1 kardus dikirim ke kampung halaman
- 1 kardus lagi untuk tukang sampah dan pemulung.

Awalnya saya terlalu malas untuk bongkar-bongkar, tapi makin lama saya menyadari bahwa:
- Baju-baju baru sudah tidak ada tempat lagi sementara mengganti lemari tidak mungkin sesering membeli baju
- Baju-baju yang sudah lama ditumpuk sembarangan akan menjadi sarang binatang-binatang kecil yang akan membuat baju-baju itu bau atau rusak
- Hm, baju-baju yang sebenarnya masih bagus ini bisa jadi "berjodoh" dengan orang lain.

Ternyata, saya senang melihat baju-baju yang saya pikir berpotongan aneh atau tidak keren ternyata pas dan cocok dipakai orang lain. Tidak aneh dan tetap bisa keren. Dan, saya bangga berada di situasi seperti itu. Apalagi kalau yang mengenakan baju-baju kami adalah orang-orang yang memang tidak cukup uang untuk beli baju Lebaran.

Akhirnya, saya sekarang tanpa disuruh jadi semangat membongkar lemari. Apalagi kalau saya ingat bahwa hari-hari belakangan menyadari banyak dapat kaos gratisan atau habis bela beli baju baru. Aturannya: 1 baju masuk = 1 baju keluar. Baju yang keluar ini harus diperpanjang masa hidupnya dibanding dilumpuhkan di dalam lemari.

Bisa ditebak, alhasil kegiatan ini membuat baju-baju layak sumbang saya bertumpuk.

Pencerahan
Ketika browsing, di luar negeri ada yang namanya the salvation army atau goodwill. Mereka melayani jasa dimana kita bisa salurkan semua baju atau benda-benda apapun yang bisa disumbangkan ke orang-orang yang lebih membutuhkan.

Teman lain juga ada yang bilang, bahwa sebenarnya ada jasa yang menjemput dan mengantar semua baju-baju yang mau kita sumbangkan. Hah? Di Indonesia?
Sayang, ia lupa namanya.

Kemarin ada informasi bahwa kita bisa pergi ke Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Belum pernah coba, sih. Ini bisa jadi alternatif kapan-kapan.

Yang saya sedang penuh ambisi untuk pikirkan adalah bagaimana caranya saya bisa buka depot atau garage sale untuk semua baju-baju bekas yang sudah berhasil saya (termasuk orang-orang lain) kumpulkan dan kemudian saya jual kepada target audience (orang-orang kurang beruntung) dengan harga super murah! Range: Rp 1,000 - Rp 20,000 lah.

Kenapa dijual? Minimal, upaya ini akan membuat orang lebih menghargai usaha diri sendiri dan barang yang ia beli.

Dana yang didapat bisa digunakan untuk modal membuka depot atau garage sale berikutnya, deh... Ditambah dengan berbagai keperluan lain yang memperlancar dan memperluas niat ini.

Saya terbuka dengan masukan dan ide. Ada yang tertarik membantu saya?

Sebagai tambahan, sekarang saya sepertinya akan melebarkan sayap. Tidak hanya mengumpulkan baju, tapi juga sepatu dan buku :)